Surface
Act 3 [ Misteri Pembunuhan ]
*Pukul 8.00 PM, Rumah Adit
"Permisi. Adit. Permisi"
"Nak, ada temen kamu tuh"
"Siapa mah?"
"Ya kamu liat lah"
Adit kemudian membuka pintu dan keluar menuju pagar rumahnya.
"Eh, Dyan, tumben datengin rumah gua?"
"Iya nih, gua mau nanyain masalah notebook gua, dari kemaren ga bisa nyala. Lu kan jago masalah komputer, jadi gua minta bantuan lu"
"Oh, sekarang bawa notebook nya ga?
Dyan adalah teman sekelas Adit, Ia pun kemudian mengeluarkan notebooknya dari tas yang dibawanya.
"Nih, Dit. Masa kaya gini tampilannya"
"Oh, ini mungkin virus, Yan. Tapi kalo diliat kayanya udah parah banget, mungkin musti di install ulang. Gimana?"
"Ya udah, yang penting notebook gua sehat lagi. Lama ga Dit kira-kira?"
"Gua usahain besok udah kelar deh"
"Oke, kalo gitu gua pulang dulu ya. Makasih ya Dit"
"Sip, tapi besok bayar ya. Ha ha"
"Tenang Dit"
Setelah itu, Dyan pun pergi dan Adit kembali masuk kerumah.
"Siapa nak?"
"Dyan, mah"
"Oh, ngapain dia tadi?"
"Ini notebooknya dia ada masalah, makanya dikasih ke Adit"
"Lah, kamu jadi tukang servis sekarang?"
"Haha, iya mah. Nambahin duit jajan sedikit"
Lalu Adit mulai memasuki kamarnya dan menyalakan notebook Dyan untuk mengeceknya.
"Duh, ini ada pesan error aneh"
"Tulisannya : This person notebook will gonna be my target this night. Waduh, ini yang bikin virusnya serem juga, sampe ngancem yang punya notebooknya"
"Coba antisipasi dulu deh pake antivirus, baru nanti gua install ulang"
*Pukul 9.13 PM
"Duh, ga bisa dibuang virusnya. Terpaksa musti di install ulang"
Namun ketika Adit mulai menginstall ulang tiba-tiba notebooknya mengeluarkan asap
"Nah loh, gimana nih, bukannya dapet duit malah ngeluarin duit dah"
*Pukul 10.20 PM
Dyan yang kita kira sudah pulang kerumah, rupanya mampir dulu kerumah temannya sebelum ia pulang.
"Ya udah ya, aku pulang dulu, udah kemaleman lagi."
"Oke, hati-hati dijalan ya"
Selang beberapa menit dari perjalanannya, tiba-tiba ada orang yang menghentinkan jalannya.
"Ada apa ya mas?"
"Target Dyan Citra Lestari, harus segera dimusnahkan"
Dipegang lah tangannya Dyan, namun Dyan memberontak.
"Ih, apaan sih mas! Lepasin ga!. Tolong ada yang mau berbuat jahat sama saya!"
"Target di konfirmasi, segera melakukan eksekusi"
"Tolo..."
Kepala Dyan telah terpisah dari tubuhnya, terpotong oleh pedang yang dipegang oleh orang tadi.
"Target telah dieksekusi"
Tubuh Dyan pun tergeletak dipinggir jalan.
*Pukul 9.45 PM, WcDonald
Kembali ke Dika, Ihsan dan Miqdad yang telah sampai di WcDonald.
"Ini warung makan buka 24 jam kan? Dika
"Iya lah, noh tulisannya ada 'Drive Thru', berarti buka 24 jam" Ihsan
"Bukan itu bodoh, yang 'Open 24 Hours'" Miqdad
"Iye tau dad, gua kan cuma pura-pura beloon" Ihsan
"Padahal beloon" Dika
"Njirr.. dah buruan kita masuk" Ihsan
Masuklah mereka kedalam WcDonald.
"Suasananya beda banget ama dikampus tadi" Dika
"Iye, masih normal orangnya" Miqdad
"Selamat datang di WcDonald, ada yang bisa kami bantu?"
"Eh iya, sebentar mas. Broh, lu pada mau mesen apaan?" Ihsan
"Gua Paket Deluxe aje dah, laper soalnya" Dika
"Gua Ayam ama nasi aja, minumnya coke" Miqdad
"Ya udah. Mas saya pesen paket deluxe, ayam ama nasi satu, burger nya satu sama es krim satu." Ihsan
"Minumnya?"
"Coke dua. Sisanya di paket deluxe tadi" Ihsan
"Oke, semuanya jadi 73.999 rupiah"
"Broh, duitnya mana?"
"Nih (Sembari menyodorkan uang 75 ribu rupiah)" Dika
"Nih mas"
Mereka pun menuju meja makan mereka.
"Ntar lu pada gantiin duit gua ye!" Dika
"Iye" Ihsan
"Kaga ah, lumayan ditraktirin" Miqdad
"Mandom lu dad! Duit itu! Lumayan buat beli bensin" Dika
"Ya dah, gampang ntar" Miqdad
"San, lu kan bawa teh Emak, ngapain beli coke lagi" Dika
"Tadi udah abis, kan yang ngabisin elu juga" Ihsan
"Oh iye ye.. he he" Dika
Setelah selesai makan, mereka pun pulang menuju rumah mereka masing-masing, kecuali ihsan yang ikut menginap ke rumah Miqdad.
*Pukul 10.20 PM, Perjalanan kerumah Dika
"Baru kali ini pulang ampe malem banget, besok pasti kesiangan" Dika
"Tolong ada yang mau berbuat jahat sama saya!"
"Nah loh, kayanya gua denger suara minta tolong"
"Tolo..."
"Kayanya ngga jauh dari sini"
Betapa terkejutnya Dika ketika menemukan tubuh yang kepalanya sudah terpisah bersama seorang laki-laki yang memegang sebilah pedang.
"Astaga! Pembunuhan.. gua mending kabur aja dah dari pada kena bunuh juga"
Di gas lah motornya, untuk menjauhi TKP. Namun rupanya sesuatu yang tidak terduga terjadi.
"Huft, kayanya ga ketauan kalo gua lewat situ tadi. Yang penting keselamatan jiwa, besok tinggal laporin ke polisi kalo ada pembunuhan"
Dika pun akhirnya sampai didepan pintu pagar rumahnya. Ia memarkir motornya untuk membuka pintu pagar"
"Saksi mata, harus dimusnahkan"
"Njirr, tau-tau udah didepan mata. Oh iya, gua masih punya linggis tadi buat mukulin zombie"
Dika pun mengeluarkan linggis yang ia taruh di samping motornya.
"Saksi mata, harus dimusnahkan"
"Ini demi keselamatan jiwa gua, keselamatan jiwa"
Orang itu pun mengeluarkan pedang yang ia pakai untuk membunuh korban tadi dan menebaskannya ke arah Dika, namun untuk saat ini Dika hanya bisa menghindar karena tidak mempunyai keahlian khusus.
*Pukul 10.40 PM, Rumah Dika
Dika masih berlarian menghindari serangan orang tersebut.
"Duh, ga ada orang yang lewat daerah rumah gua apa? serem banget ketika lu dihadapkan langsung dengan realita"
"Kaya game FPS yang pernah gua mainin, tapi kalo gua kena sabet pedangnya bisa-bisa gua ga revive lagi!"
Kemudian datang seseorang, kali ini wanita cantik berponi.
"Woh, cakep tuh orang.. Mbak, tolongin saya dong, saya dari tadi mau dibunuh ama orang ini (sembari berlari kearah orang yang baru datang tadi)"
Mbak yang tadi kemudian mengeluarkan pistol dari tas yang dibawanya dan mengarahkannya ke orang yang menyerang Dika.
"Dor!"
Tepat kena di jantung si penyerang. Lalu meledakkan seluruh tubuhnya.
"(WTF! malah sereman mbak nya) Makasih mbak, udah nyelametin saya tadi"
"..."
Lalu ia pergi tanpa berkata.
ACT 3 Clear
Read More >>
Act 3 [ Misteri Pembunuhan ]
*Pukul 8.00 PM, Rumah Adit
"Permisi. Adit. Permisi"
"Nak, ada temen kamu tuh"
"Siapa mah?"
"Ya kamu liat lah"
Adit kemudian membuka pintu dan keluar menuju pagar rumahnya.
"Eh, Dyan, tumben datengin rumah gua?"
"Iya nih, gua mau nanyain masalah notebook gua, dari kemaren ga bisa nyala. Lu kan jago masalah komputer, jadi gua minta bantuan lu"
"Oh, sekarang bawa notebook nya ga?
Dyan adalah teman sekelas Adit, Ia pun kemudian mengeluarkan notebooknya dari tas yang dibawanya.
"Nih, Dit. Masa kaya gini tampilannya"
"Oh, ini mungkin virus, Yan. Tapi kalo diliat kayanya udah parah banget, mungkin musti di install ulang. Gimana?"
"Ya udah, yang penting notebook gua sehat lagi. Lama ga Dit kira-kira?"
"Gua usahain besok udah kelar deh"
"Oke, kalo gitu gua pulang dulu ya. Makasih ya Dit"
"Sip, tapi besok bayar ya. Ha ha"
"Tenang Dit"
Setelah itu, Dyan pun pergi dan Adit kembali masuk kerumah.
"Siapa nak?"
"Dyan, mah"
"Oh, ngapain dia tadi?"
"Ini notebooknya dia ada masalah, makanya dikasih ke Adit"
"Lah, kamu jadi tukang servis sekarang?"
"Haha, iya mah. Nambahin duit jajan sedikit"
Lalu Adit mulai memasuki kamarnya dan menyalakan notebook Dyan untuk mengeceknya.
"Duh, ini ada pesan error aneh"
"Tulisannya : This person notebook will gonna be my target this night. Waduh, ini yang bikin virusnya serem juga, sampe ngancem yang punya notebooknya"
"Coba antisipasi dulu deh pake antivirus, baru nanti gua install ulang"
*Pukul 9.13 PM
"Duh, ga bisa dibuang virusnya. Terpaksa musti di install ulang"
Namun ketika Adit mulai menginstall ulang tiba-tiba notebooknya mengeluarkan asap
"Nah loh, gimana nih, bukannya dapet duit malah ngeluarin duit dah"
*Pukul 10.20 PM
Dyan yang kita kira sudah pulang kerumah, rupanya mampir dulu kerumah temannya sebelum ia pulang.
"Ya udah ya, aku pulang dulu, udah kemaleman lagi."
"Oke, hati-hati dijalan ya"
Selang beberapa menit dari perjalanannya, tiba-tiba ada orang yang menghentinkan jalannya.
"Ada apa ya mas?"
"Target Dyan Citra Lestari, harus segera dimusnahkan"
Dipegang lah tangannya Dyan, namun Dyan memberontak.
"Ih, apaan sih mas! Lepasin ga!. Tolong ada yang mau berbuat jahat sama saya!"
"Target di konfirmasi, segera melakukan eksekusi"
"Tolo..."
Kepala Dyan telah terpisah dari tubuhnya, terpotong oleh pedang yang dipegang oleh orang tadi.
"Target telah dieksekusi"
Tubuh Dyan pun tergeletak dipinggir jalan.
*Pukul 9.45 PM, WcDonald
Kembali ke Dika, Ihsan dan Miqdad yang telah sampai di WcDonald.
"Ini warung makan buka 24 jam kan? Dika
"Iya lah, noh tulisannya ada 'Drive Thru', berarti buka 24 jam" Ihsan
"Bukan itu bodoh, yang 'Open 24 Hours'" Miqdad
"Iye tau dad, gua kan cuma pura-pura beloon" Ihsan
"Padahal beloon" Dika
"Njirr.. dah buruan kita masuk" Ihsan
Masuklah mereka kedalam WcDonald.
"Suasananya beda banget ama dikampus tadi" Dika
"Iye, masih normal orangnya" Miqdad
"Selamat datang di WcDonald, ada yang bisa kami bantu?"
"Eh iya, sebentar mas. Broh, lu pada mau mesen apaan?" Ihsan
"Gua Paket Deluxe aje dah, laper soalnya" Dika
"Gua Ayam ama nasi aja, minumnya coke" Miqdad
"Ya udah. Mas saya pesen paket deluxe, ayam ama nasi satu, burger nya satu sama es krim satu." Ihsan
"Minumnya?"
"Coke dua. Sisanya di paket deluxe tadi" Ihsan
"Oke, semuanya jadi 73.999 rupiah"
"Broh, duitnya mana?"
"Nih (Sembari menyodorkan uang 75 ribu rupiah)" Dika
"Nih mas"
Mereka pun menuju meja makan mereka.
"Ntar lu pada gantiin duit gua ye!" Dika
"Iye" Ihsan
"Kaga ah, lumayan ditraktirin" Miqdad
"Mandom lu dad! Duit itu! Lumayan buat beli bensin" Dika
"Ya dah, gampang ntar" Miqdad
"San, lu kan bawa teh Emak, ngapain beli coke lagi" Dika
"Tadi udah abis, kan yang ngabisin elu juga" Ihsan
"Oh iye ye.. he he" Dika
Setelah selesai makan, mereka pun pulang menuju rumah mereka masing-masing, kecuali ihsan yang ikut menginap ke rumah Miqdad.
*Pukul 10.20 PM, Perjalanan kerumah Dika
"Baru kali ini pulang ampe malem banget, besok pasti kesiangan" Dika
"Tolong ada yang mau berbuat jahat sama saya!"
"Nah loh, kayanya gua denger suara minta tolong"
"Tolo..."
"Kayanya ngga jauh dari sini"
Betapa terkejutnya Dika ketika menemukan tubuh yang kepalanya sudah terpisah bersama seorang laki-laki yang memegang sebilah pedang.
"Astaga! Pembunuhan.. gua mending kabur aja dah dari pada kena bunuh juga"
Di gas lah motornya, untuk menjauhi TKP. Namun rupanya sesuatu yang tidak terduga terjadi.
"Huft, kayanya ga ketauan kalo gua lewat situ tadi. Yang penting keselamatan jiwa, besok tinggal laporin ke polisi kalo ada pembunuhan"
Dika pun akhirnya sampai didepan pintu pagar rumahnya. Ia memarkir motornya untuk membuka pintu pagar"
"Saksi mata, harus dimusnahkan"
"Njirr, tau-tau udah didepan mata. Oh iya, gua masih punya linggis tadi buat mukulin zombie"
Dika pun mengeluarkan linggis yang ia taruh di samping motornya.
"Saksi mata, harus dimusnahkan"
"Ini demi keselamatan jiwa gua, keselamatan jiwa"
Orang itu pun mengeluarkan pedang yang ia pakai untuk membunuh korban tadi dan menebaskannya ke arah Dika, namun untuk saat ini Dika hanya bisa menghindar karena tidak mempunyai keahlian khusus.
*Pukul 10.40 PM, Rumah Dika
Dika masih berlarian menghindari serangan orang tersebut.
"Duh, ga ada orang yang lewat daerah rumah gua apa? serem banget ketika lu dihadapkan langsung dengan realita"
"Kaya game FPS yang pernah gua mainin, tapi kalo gua kena sabet pedangnya bisa-bisa gua ga revive lagi!"
Kemudian datang seseorang, kali ini wanita cantik berponi.
"Woh, cakep tuh orang.. Mbak, tolongin saya dong, saya dari tadi mau dibunuh ama orang ini (sembari berlari kearah orang yang baru datang tadi)"
Mbak yang tadi kemudian mengeluarkan pistol dari tas yang dibawanya dan mengarahkannya ke orang yang menyerang Dika.
"Dor!"
Tepat kena di jantung si penyerang. Lalu meledakkan seluruh tubuhnya.
"(WTF! malah sereman mbak nya) Makasih mbak, udah nyelametin saya tadi"
"..."
Lalu ia pergi tanpa berkata.
ACT 3 Clear