Kamis, 12 Maret 2015

Surface ACT 3 [ Misteri Pembunuhan ]

Surface
Act 3 [ Misteri Pembunuhan ]

*Pukul 8.00 PM, Rumah Adit

"Permisi. Adit. Permisi"
"Nak, ada temen kamu tuh"
"Siapa mah?"
"Ya kamu liat lah"
Adit kemudian membuka pintu dan keluar menuju pagar rumahnya.
"Eh, Dyan, tumben datengin rumah gua?"
"Iya nih, gua mau nanyain masalah notebook gua, dari kemaren ga bisa nyala. Lu kan jago masalah komputer, jadi gua minta bantuan lu"
"Oh, sekarang bawa notebook nya ga?
Dyan adalah teman sekelas Adit, Ia pun kemudian mengeluarkan notebooknya dari tas yang dibawanya.
"Nih, Dit. Masa kaya gini tampilannya"
"Oh, ini mungkin virus, Yan. Tapi kalo diliat kayanya udah parah banget, mungkin musti di install ulang. Gimana?"
"Ya udah, yang penting notebook gua sehat lagi. Lama ga Dit kira-kira?"
"Gua usahain besok udah kelar deh"
"Oke, kalo gitu gua pulang dulu ya. Makasih ya Dit"
"Sip, tapi besok bayar ya. Ha ha"
"Tenang Dit"
Setelah itu, Dyan pun pergi dan Adit kembali masuk kerumah.
"Siapa nak?"
"Dyan, mah"
"Oh, ngapain dia tadi?"
"Ini notebooknya dia ada masalah, makanya dikasih ke Adit"
"Lah, kamu jadi tukang servis sekarang?"
"Haha, iya mah. Nambahin duit jajan sedikit"
Lalu Adit mulai memasuki kamarnya dan menyalakan notebook Dyan untuk mengeceknya.
"Duh, ini ada pesan error aneh"
"Tulisannya : This person notebook will gonna be my target this night. Waduh, ini yang bikin virusnya serem juga, sampe ngancem yang punya notebooknya"
"Coba antisipasi dulu deh pake antivirus, baru nanti gua install ulang"

*Pukul 9.13 PM
"Duh, ga bisa dibuang virusnya. Terpaksa musti di install ulang"
Namun ketika Adit mulai menginstall ulang tiba-tiba notebooknya mengeluarkan asap
"Nah loh, gimana nih, bukannya dapet duit malah ngeluarin duit dah"

*Pukul 10.20 PM
Dyan yang kita kira sudah pulang kerumah, rupanya mampir dulu kerumah temannya sebelum ia pulang.
"Ya udah ya, aku pulang dulu, udah kemaleman lagi."
"Oke, hati-hati dijalan ya"
Selang beberapa menit dari perjalanannya, tiba-tiba ada orang yang menghentinkan jalannya.
"Ada apa ya mas?"
"Target Dyan Citra Lestari, harus segera dimusnahkan"
Dipegang lah tangannya Dyan, namun Dyan memberontak.
"Ih, apaan sih mas! Lepasin ga!. Tolong ada yang mau berbuat jahat sama saya!"
"Target di konfirmasi, segera melakukan eksekusi"
"Tolo..."
Kepala Dyan telah terpisah dari tubuhnya, terpotong oleh pedang yang dipegang oleh orang tadi.
"Target telah dieksekusi"
Tubuh Dyan pun tergeletak dipinggir jalan.

*Pukul 9.45 PM, WcDonald
Kembali ke Dika, Ihsan dan Miqdad yang telah sampai di WcDonald.
"Ini warung makan buka 24 jam kan? Dika
"Iya lah, noh tulisannya ada 'Drive Thru', berarti buka 24 jam" Ihsan
"Bukan itu bodoh, yang 'Open 24 Hours'" Miqdad
"Iye tau dad, gua kan cuma pura-pura beloon" Ihsan
"Padahal beloon" Dika
"Njirr.. dah buruan kita masuk" Ihsan
Masuklah mereka kedalam WcDonald.
"Suasananya beda banget ama dikampus tadi" Dika
"Iye, masih normal orangnya" Miqdad
"Selamat datang di WcDonald, ada yang bisa kami bantu?"
"Eh iya, sebentar mas. Broh, lu pada mau mesen apaan?" Ihsan
"Gua Paket Deluxe aje dah, laper soalnya" Dika
"Gua Ayam ama nasi aja, minumnya coke" Miqdad
"Ya udah. Mas saya pesen paket deluxe, ayam ama nasi satu, burger nya satu sama es krim satu." Ihsan
"Minumnya?"
"Coke dua. Sisanya di paket deluxe tadi" Ihsan
"Oke, semuanya jadi 73.999 rupiah"
"Broh, duitnya mana?"
"Nih (Sembari menyodorkan uang 75 ribu rupiah)" Dika
"Nih mas"
Mereka pun menuju meja makan mereka.
"Ntar lu pada gantiin duit gua ye!" Dika
"Iye" Ihsan
"Kaga ah, lumayan ditraktirin" Miqdad
"Mandom lu dad! Duit itu! Lumayan buat beli bensin" Dika
"Ya dah, gampang ntar" Miqdad
"San, lu kan bawa teh Emak, ngapain beli coke lagi" Dika
"Tadi udah abis, kan yang ngabisin elu juga" Ihsan
"Oh iye ye.. he he" Dika
Setelah selesai makan, mereka pun pulang menuju rumah mereka masing-masing, kecuali ihsan yang ikut menginap ke rumah Miqdad.

*Pukul 10.20 PM, Perjalanan kerumah Dika
"Baru kali ini pulang ampe malem banget, besok pasti kesiangan" Dika
"Tolong ada yang mau berbuat jahat sama saya!"
"Nah loh, kayanya gua denger suara minta tolong"
"Tolo..."
"Kayanya ngga jauh dari sini"
Betapa terkejutnya Dika ketika menemukan tubuh yang kepalanya sudah terpisah bersama seorang laki-laki yang memegang sebilah pedang.
"Astaga! Pembunuhan.. gua mending kabur aja dah dari pada kena bunuh juga"
Di gas lah motornya, untuk menjauhi TKP. Namun rupanya sesuatu yang tidak terduga terjadi.
"Huft, kayanya ga ketauan kalo gua lewat situ tadi. Yang penting keselamatan jiwa, besok tinggal laporin ke polisi kalo ada pembunuhan"
Dika pun akhirnya sampai didepan pintu pagar rumahnya. Ia memarkir motornya untuk membuka pintu pagar"
"Saksi mata, harus dimusnahkan"
"Njirr, tau-tau udah didepan mata. Oh iya, gua masih punya linggis tadi buat mukulin zombie"
Dika pun mengeluarkan linggis yang ia taruh di samping motornya.
"Saksi mata, harus dimusnahkan"
"Ini demi keselamatan jiwa gua, keselamatan jiwa"
Orang itu pun mengeluarkan pedang yang ia pakai untuk membunuh korban tadi dan menebaskannya ke arah Dika, namun untuk saat ini Dika hanya bisa menghindar karena tidak mempunyai keahlian khusus.

*Pukul 10.40 PM, Rumah Dika
Dika masih berlarian menghindari serangan orang tersebut.
"Duh, ga ada orang yang lewat daerah rumah gua apa? serem banget ketika lu dihadapkan langsung dengan realita"
"Kaya game FPS yang pernah gua mainin, tapi kalo gua kena sabet pedangnya bisa-bisa gua ga revive lagi!"
Kemudian datang seseorang, kali ini wanita cantik berponi.
"Woh, cakep tuh orang.. Mbak, tolongin saya dong, saya dari tadi mau dibunuh ama orang ini (sembari berlari kearah orang yang baru datang tadi)"
Mbak yang tadi kemudian mengeluarkan pistol dari tas yang dibawanya dan mengarahkannya ke orang yang menyerang Dika.
"Dor!"
Tepat kena di jantung si penyerang. Lalu meledakkan seluruh tubuhnya.
"(WTF! malah sereman mbak nya) Makasih mbak, udah nyelametin saya tadi"
"..."
Lalu ia pergi tanpa berkata.

ACT 3 Clear
Read More >>

Rabu, 11 Maret 2015

Surface ACT 2 [ Perencanaan ]

Surface
Act 2 [ Perencanaan ]

*Pukul 7.25 PM
Dika telah sampai di lantai 3 dan menemui hanya Miqdad yang duduk dan Iqbal yang sedang tergeletak dilantai.
"Dad, si Ihsan mana?" Dika
"Tadi barusan turun ngecek suara dari lantai bawah" Miqdad
"Emang ada suara ya?" Dika
"Lu cek aje kebawah" Miqdad
"Yaudah, gua juga sembari nyari kunci UKK dah" Dika
"Lu belom dapet juga? lu diatas ngapain aja tadi?" Miqdad
"Gua ngecek, Dad. Tapi Orang yang megang kunci udah pada pulang" Dika
"Yah, nungguin Iqbal lagi dah gua!" Miqdad
"Ya elah, bentar, gua turun dulu yak" Dika
"Oke" Miqdad
Dika menuruni tangga dan menemui Ihsan yang sedang mengamati sesuatu.
"San, lu lagi ngapain?" Dika
"Sssstt, lu liat dah, orang-orang kampus jalannya kaya orang yang tadi kita temuin dibasement" Ihsan
"Lah iya, pada ngesret semua jalannya" Dika
"Ini cuma hipotesis aje ye, jangan-jangan orang yang tadi kita temuin itu zombie!" Miqdad
"Ngah, lu kebanyakan maen resident evil. Kalo menurut gua ini lagi pada kena penyakit sengkle yang lagi ngetren di yutub, kaya harlem shake, dia nontonin ke cctv, mungkin" Dika
"Sok tau lu, itu bukan virus sengkle.." Ihsan
"Trus virus apaan?" Dika
"Virus sengkle" Ihsan
"Mandom..." Dika
"Nah trus sekarang gimana? kalo beneran zombie kita musti cari pegangan buat senjata, dari pada kena gigit kaya Iqbal tadi" Dika
"Eh iya, si Iqbal ya! Miqdad bisa kegigit juga ntar!" Ihsan
"Gawat, buruan naik lagi" Dika

*Pukul 7.30 PM
Miqdad yang sedang sms an dengan pacarnya tiba-tiba melihat Iqbal mulai terbangun
"Iqbal udah bangun, hoi.. lu udah ga tereak kesakitan lagi kaya tadi?" Miqdad
"..." Iqbal
"Cape banget kayanya nih bocah, kaga jawab pertanyaan gua.. Hoi!" Miqdad
"..." Iqbal
Iqbal mulai bangkit dari posisi terlentangnya, dan mendekati Miqdad.
"Bal, lu laper ye?" Miqdad
Datang lah Dika dan Ihsan dengan tergesa-gesa.
"Miqdad, awas!, Iqbal udah ke infeksi virus sengkle" Dika
"Njirr, virus sengkle.. zombie dari Indonesia ye?" Ihsan
"Wkwk, lu becanda ye" Miqdad
"Gua serius, dibawah udah banyak banget orang kampus yang sengkle jalannya, kaya orang yang di basement tadi" Dika
Miqdad langsung berlari menghindari Iqbal dan menuju kearah Dika dan Ihsan.
"Trus sekarang gimana?" Miqdad
"Inget celotehan gua? Ambil tuh hydrant (sambil menunjuk arah hydrant dekat lift) buat pegangan lu kalo-kalo si Iqbal nyerang lu" Dika
"Ihsan pegangannya apaan?" Miqdad
"Gua? megangin tas nih" Ihsan
"Njiirr, tukang bawa tas ye, suportir kita" Dika
"Lagian. Gua masih belom nemu pegangan" Ihsan
"Trus lu Dik?" Miqdad
"Gua kan jomblo, gua juga masih belom nemu pegangan gua" Dika
"Faaak, lu berdua gua tanyain ga ada yang bener jawabannye" Miqdad
"Ya udah sih, sekarang kita fokus buat ngindarin si Iqbal ama orang kampus dibawah, jangan ampe kena kontak fisik ama mereka" Dika
"Oke" Miqdad
"Gua mikirin rencana kita, sekarang kita naik dulu ke lantai paling atas" Ihsan
Mereka kemudian menaiki lift dan menghindari Iqbal, tapi sayangnya lift yang mereka naiki tidak mau tertutup pintunya.
"Duh, ini ada-ada aja liftnya" Dika
"Buruan pencet biar pintunya ketutup" Miqdad
"Udah Dad, stuck nih kayanya" Dika
"Si Iqbal udah nyampe depan tuh!" Ihsan
"Njirr, buruan keluar, kita naik tangga aja" Dika
Mereka berlari menaiki tangga.

*Pukul 8.13 PM
Mereka sampai di atap kampus dan mencari alat yang bisa digunakan sebagai senjata.
"Cape nya, ngelawan gravitasi!" Dika
"Ngga cuma lu doang yang cape" Ihsan
"Lu buruan pada cari senjata, siapa tau nemu disini" Miqdad
"Ihsan mah ga usah, dia kan cuma bawain tas doang" Dika
"... Minta dibacok nih anak" Ihsan
"Emmmmm.. Mandom" Dika
"Dik, nih gua nemu linggis, lumayan panjang" Miqdad
"Cakep dad, emang gua cocoknya range melee" Dika
"Emang lu kira lagi maen dota?!" Miqdad
"Broh, gua nemu tembakan paku, keren dah" Ihsan
"Weh, ga nyangka di atap nemu barang yang kaya gituan. Serem juga ni atap kampus" Dika
"Ya udah sekarang gimana? Kita turun lagi?" Ihsan
"Iya lah, gua belom makan soalnya" Dika
"Njirr, yang dipikirin malah makan, bukannya keselamatan jiwa" Miqdad
"Loh, lu mau nginep disini terus, Dad? tanpa ada perbekalan" Dika
"Iya dah, serah lu" Miqdad
"Nah terus abis turun kebawah, kita bergegas ambil motor kita masing-masing" Ihsan
"Dad, lu nge tank, gua bakal jadi last hitter, Ihsan bakal support bagian belakang kita" Dika
"Oke" Miqdad
"Sip" Ihsan

*Pukul 8.45 PM
Mereka mulai menuruni tangga kampus, tampak gelap karena memang tidak ada yang menyalakan lampu didalam kampus.
"Miqdad, pake hape lu buat jadi senter" Dika
"Bentar" Miqdad
Lalu ketika Miqdad sedang menyenterkan hapenya, seketika itu juga ada zombie didepannya.
"Anjrit!" Miqdad
"Bacok, Dad. Awas kena kontak fisik" Dika
Didorong badan si zombie tersebut menggunakan hydrant dari Miqdad, lalu di last hit oleh Dika.
"Fyuh.." Dika
"Hampir aje" Miqdad
"Hahaha, udah kaya game resident evil beneran aja" Ihsan
"Emang beneran!" Dika
"Tapi merinding juga ya" Ihsan
"Lu hemat paku aja, jangan dipake kalo belom parah" Dika
"Oke" Ihsan
"Itu gua mau tanya, emang paku nya ada berapa?" Miqdad
"Ga tau, kayanya sekitar 30 an" Ihsan
"Ya udah hemat-hemat aja makenya" Miqdad

*Pukul 9.15 PM
Setelah mereka melewati berbagai lantai dan melewati berbagai zombie akhirnya sampai lah mereka di basement.
"Padahal udah dari sore pengen pulang, ampe malem juga jadinya" Dika
"Gua sih ga masalah, kalo Ihsan kayanya bakal dikunciin tuh kompleknye" Miqdad
"Wah iya ya, sekarang udah jam 9, njirr" Ihsan
"Gua laper bro, mampir ke WcDonald dulu nyok" Dika
"Duit lu ada ga?" Ihsan
"Luar biasa, kalian bisa tenang begitu. Kaya ga ada masalah yang barusan dilewatin." Miqdad
"Loh, Laper, Dad. Emang lu kaga laper?" Dika
"Sama.." Miqdad
"Ya udah, keluar dulu dari kampus" Ihsan
Mereka pun bergegas keluar dari kampus tersebut.

ACT 2 Clear
Read More >>

My Novel

Novel original buatanku:


-Surface-

Surface Act 1
Surface Act 2
Surface Act 3
Read More >>

Surface ACT 1 [ Awal yang Membosankan ]

Surface
Act 1 [ Awal yang Membosankan ]

*Pukul 10.43 PM
"Tolong!, ada orang yang ingin menyerangku"
"Target Fani Indriyani harus segera dimusnahkan"
"Seseorang tolong aku!" sembari berlari di gang yang sepi pada malam hari, dia tetap berteriak mencari pertolongan.
terjatuh lah si Fani ini, dan terbunuh seketika oleh orang yang mengejarnya.

Nama gua Dika, gua seorang mahasiswa yang belajar di universitas maju jaya. Terkadang kehidupan seperti ini terasa membosankan, jadi pingin buru-buru pulang abis itu nonton anime dah dirumah. Jam mata kuliah kali ini Bahasa Indonesia ya..
*Pukul 3.07 PM, Univ Maju Jaya
"Dik, soal yang ini gimana sih ngerjain nya?" dia teman baiknya Dika, adalah Miqdad.
"Lah elu nanya ama gua, gua juga ga ngerti yang kaya beginian" Dika
"Pea dasar" Miqdad
"Lu juga pea, nanya ama orang pea" Dika
"Oke, yang udah selesai boleh dikumpulkan" dosen telah memberi isyarat agar para mahasiswa segera menyelesaikan tugasnya.
"Pak, buruan kerjain. Gua pingin pulang nih" Dika
"Ntar dulu, gua juga belom selesai" yang ini juga teman baiknya, adalah Ihsan.
"Aahh, ngebosenin, pingin pulang.." Dika

Sementara itu di jam yang sama dan tempat yang lain
*Pukul 3.07 PM, SMA Palang kelapa
"Pak di luar kayanya ada orang yang lagi bingung" ini adalah Adit
"Mana? emang bingung kaya gimana" si guru melihat keluar
"Itu pak, dari tadi mondar-mandir lapangan terus, kaya nyariin sesuatu" Adit
"Sebentar, saya tanya dulu orang itu"
setelah itu, kelas terasa ribut karena si guru keluar dan menghampiri orang tersebut. Adit hanya melihat dari jendela kelasnya. Nah si guru tadi mengajak orang yang bingung ke ruang guru. Mungkin 15 menit lalu si guru kembali ke kelas dan mengajar. Tapi orang yang bingung tadi ga keluar lagi. Si Adit penasaran, setelah bel pulang sekolah berbunyi ia bergegas mengintip ke ruang guru tadi.
"Udah ilang orangnya, udah pulang pas gua lagi rapi-rapi kali ya?" Adit
"Lu ngapain dit ngintipin ruang guru"
"Eh, ngga kok. Lu mau langsung pulang ndro?" Adit
"Iya lah, gua lagi ga ada eskul hari ini" Hendro
"Oh, bareng nyok ama gua" Adit
"Ya udah" Hendro

Kembali ke Dika, dimana tinggal mereka bertiga yang masih di kampus karena kegiatan eskul yang mereka jalani sama, namun hanya mereka bertiga anggotanya.
*Pukul 6.20 PM, Univ Maju Jaya
Setelah keluar dari ruang eskul mereka yang berada dilantai dua
"Broh, kantin dulu nyok" Miqdad
"Kaga ah gua mau langsung pulang" Dika
"Lu gimana pak?" Miqdad
"Gua juga langsung pulang aje" Ihsan
"Ah, lu pada pulang, ya udah.. gua juga langsung pulang dah" Miqdad
Mereka bertiga lalu menuju parkiran, terkejut lah salah satu dari mereka yang mencapai parkiran lebih dulu, letak parkiran berada di basement.
"Broh, ada orang terluka tuh, mana jalannya ngesret lagi" Dika
"Eh iya, bantuin San" Miqdad
"Kaga ah, males, orang mau pulang" Ihsan
"Dik, bantuin noh" Miqdad
"Iya Dik, bantuin" Ihsan
"Ogah ah, gua juga mau pulang, tungguin aje ada orang yang nolongin dia" Dika
"Jahat lu pada" Miqdad
"Lah, kaya lu ngga jahat" Dika
Lalu Iqbal teman sekelas mereka datang, dan Dika mengakali nya dengan menyuruh si Iqbal untuk membantu orang tadi.
"Oy, lu pada ngapain ngalangin jalan bertiga.. minggir-minggir!" Iqbal
"Bal, bantuin orang itu tuh, kasian (sambil menunjuk ke arah orang tersebut)" Dika
"Itu orang kenapa?" Iqbal
"Gua juga ga tau, makanya bantuin" Dika
Iqbal lalu menghampiri orang tersebut dan disusul oleh Dika dibelakang, sisanya mereka berdua melihat dari kejauhan.
"Dad, lu jahat banget, masa orang lagi kaya gitu kondisi nya ga dibantuin?" Ihsan
"Lu juga jahat, ngomong lagi gua pites nih ya!" Miqdad
"Oh iye ye.. he he" Ihsan
Kembali ke Dika dan Iqbal.
"Bal, lu rangkul tangannya, gua nonton aje" Dika
"Njirr, bantuin rangkul juga dari sisi satu nya lah" Iqbal
Belom lama Iqbal ngomong begitu, tangannya langsung di gigit sama orang itu.
"AAAAaaahhh!" Iqbal kenikmatan, maksud saya kesakitan
"Bal, lepas rangkulan lu! (Untung bukan gua yang kena gigit)" Dika
Dika mendorong orang yang sakit tadi hingga terjatuh, dan segera membawa Iqbal ke unit kesehatan kampus.
"Dad, San, bantuin gua ngangkat si Iqbal" Dika memanggil Miqdad dan Ihsan
"Yolo, ini kenapa jadi digigit ama bapak tadi" Ihsan
"Bapak tadi kaya nya laper begitu ngeliat gumpalan daging kaya Iqbal" Miqdad
Just for your information, badan Iqbal ini gendut dan gempal.
"AAAaahh! Njirr, sakit ini tangan gua" Iqbal
"Dah buruan, bawa naik, tinggalin aja orang yang ini" Dika
Ihsan dan Miqdad membawa Iqbal naik, tapi...
"Ey, bukan si Iqbal yang dibawa, yang ini yang kita bawa! (Sambil nunjuk orang yang tadi)" Dika
"Faakk, lu masih bercanda aje, ini orang kesakitan" Ihsan
"Bukan begitu, kan kalo bawa Iqbal berat, mana ini di basement, masa kita geret ke lantai 3?" Dika
"Kan ada lift broh, lu gimana sih!" Miqdad
"Oh iya ya.. (tampang ekspresi bloon), yaudah buruan geret ke lift" Dika
Mereka menarik Iqbal ke lift.

*Pukul 7.05 PM
Pintu lift terbuka, mereka segera menyeret Iqbal yang sudah mulai pucat dan tidak sadarkan diri menuju unit kesehatan kampus.
"Iqbal, udah ga tereak-tereak lagi kaya tadi" Dika
"Dia pingsan?" Miqdad
"Kayanya mulai lapar" Ihsan
"Njirr, buruan geret.. Mbak, Mas, ada orang yang lagi sakit nih!" Dika didepan pintu unit kesehatan kampus
"Kok ga ada orang ya?" Miqdad
"Harusnya belom tutup sampe jam 8 PM nanti" Dika
"Ya udah, terus gimana nih?" Ihsan
"Bentar, gua ngecek ke ruang eksekutif mahasiswa dulu. Lu tungguin Iqbal ye" Dika
"Emang mau ngapain ke sono?" Ihsan
"Pengen nyari orang yang megang kunci ruang UKK" Dika
"Yaudah, jangan kelamaan, ntar Iqbal keburu K.O" Miqdad
"Sip!" Dika
Dika menuju lantai 5 letak ruang eksekutif mahasiswa. Dan disana ia menemui dosen kesiswaan.
"Pak, mau tanya, bapak punya kunci buat ke ruangan UKK ga? soalnya ada yang lagi sakit, tapi ruangannya di kunci" Dika
"Wah, saya ga megang, yang megang kunci ruang UKK itu Pak Udin, dokter kampus di sini"
"Sekarang pak Udin sendiri ada dimana pak?" Dika
"Pak Udin tadi udah pulang dari sebelom pukul 6"
"Duh, gimana nih? bapak bisa bantu saya ga cariin dokter lain diluar kampus?" Dika
"Oh oke.. oh iya saya baru ingat, Kayaknya kepala yayasan punya kunci master nya deh, coba kamu cek dulu aja"
"Oke, makasih pak info nya" Dika

*Pukul 7.20 PM
Lantai 3 tempat Ihsan dan Miqdad menunggu Iqbal.
"Dika lama banget. Orang niat awalnya ke basemant pingin buru-buru pulang" Ihsan
"Sama gua juga, malah disuruh nungguin Iqbal" Miqdad
"Kan lu tadi pingin ke kantin dulu" Ihsan
"Tapi kan gua batalin gara-gara ga ada temennya" Miqdad
Kemudian dari lantai bawah terdengar suara yang mencurigakan.
"Dad, lu denger ga? dari lantai bawah kaya ada suara" Ihsan
"Hooh, coba lu cek pak" Miqdad
"Njirr, ujung-ujungnya gua juga yang nge cek" Ihsan
"Gua jagain Iqbal aje" Miqdad
"Yaudeh, bentar gua turun dulu" Ihsan

*Pukul 7.20 PM
Dika menuju ruang kepala yayasan yang berada di lantai 6, didepan ruangan ia bertemu dengan seorang janitor.
"Permisi mba, tadi saya dikasih info sama bapak dosen yang lagi diruang eksekutif mahasiswa, disuruh keatas buat nemuin kepala yayasan, katanya punya kunci master ya buat buka ruang apapun" Dika
"Oh, iya. Tapi kayanya kepala yayasan udah pulang dari tadi sore"
"Gitu ya? ya udah makasih mbak. Oh iya, mba tolong bantu saya buat nyariin dokter ya, tadi temen saya ada yang lagi terluka" Dika
"Loh kenapa ga langsung dibawa ke UKK aja?"
"Udah mba, tapi ruang UKK nya dikunci, makanya saya lagi nyari kuncinya sekarang" Dika
"Oke siap, saya langsung turun sekarang juga"
Janitor tadi langsung menuju lantai dasar dengan menggunakan lift
"Yaudah, sekarang gua balik turun aje dah, orang yang gua cari ga ketemu. Tapi sekarang gua ga bisa bantuin si Iqbal.. Tinggalin aje dah didepan ruang UKK. Siapa tau ada yang mungut trus masukin die ke ruang UKK" Dika
Dika lalu turun kembali ke lantai 3.

ACT 1 Clear
Read More >>

Jumat, 05 Oktober 2012

Alat-alat Takrarir

Sudah lama rasanya setelah blog ini tidak aktif lagi, di karenakan staffnya terlalu sibuk di dunia nyata. Karena sekarang saya mendapat kesempatan untuk memposting, maka kali ini saya akan memberikan apa saja alat yang dipergunakan dalam mentakrarir sebuah anime atau film lainnya, baiklah berikut alatnya :


  • Aegisub, yaitu alat yang paling utama untuk mentakrarir sebuah anime
  • Kamus, pastinya untuk menterjemahkan bahasa. Di sini saya merekomendasikan software Wakan (untuk mentranslasi dari bahasa Jepang ke Inggris) dan Kamus 2.04 (untuk mentranslasi dari bahasa Inggris ke Indonesia)
  • MeGUI, alat ini berfungsi untuk meng-encode sebuah anime. Sebelumnya kalian harus mengunduh file x264 nya dulu, terserah ingin menggunakan yang 8-bit atau 10-bit (tergantung kemampuan PC kalian). Karena MeGUI ini alatnya advance maka nanti akan diberikan tutorial singkat tentang cara menggunakannya.
  • Anime Checker, berfungsi untuk mengetahui kode CRC dari file anime yang sudah di encode tadi.
Oke, mungkin hanya segini saja alat yang kami pergunakan dalam mentakrarir anime. Jika ada yang kurang bisa cari sendiri menggunakan Google. Sekian, terimakasih.
Read More >>

Jumat, 22 Juni 2012

About Us

Kami adalah blog re-sub Anime, menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia (karena masih belum menguasai bahasa Japanese). Adapun Author atau Staff dari Blog ini yaitu :

*Andika Yudhistira a.k.a Tadakuni Kazehaya merupakan Ketua Admin dari blog ini

*Ihsan Arif a.k.a Shiroi Tenshi adalah Wakil Admin

*Muhammad Miqdad a.k.a Dead CooL adalah Wakil dari Wakil Admin


Sekiranya kami hanya berusaha untuk mencari duit receh menggunakan adf.ly dari hasil kerja kami sebagai fansubber anime. Oke, itulah kami... saya harap untuk kedepannya, blog ini bisa menjadi blog yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa dalam menyebarkan anime di Indonesia.. ^_^
Read More >>
Blogger Widgets