Rabu, 11 Maret 2015

Surface ACT 2 [ Perencanaan ]

Surface
Act 2 [ Perencanaan ]

*Pukul 7.25 PM
Dika telah sampai di lantai 3 dan menemui hanya Miqdad yang duduk dan Iqbal yang sedang tergeletak dilantai.
"Dad, si Ihsan mana?" Dika
"Tadi barusan turun ngecek suara dari lantai bawah" Miqdad
"Emang ada suara ya?" Dika
"Lu cek aje kebawah" Miqdad
"Yaudah, gua juga sembari nyari kunci UKK dah" Dika
"Lu belom dapet juga? lu diatas ngapain aja tadi?" Miqdad
"Gua ngecek, Dad. Tapi Orang yang megang kunci udah pada pulang" Dika
"Yah, nungguin Iqbal lagi dah gua!" Miqdad
"Ya elah, bentar, gua turun dulu yak" Dika
"Oke" Miqdad
Dika menuruni tangga dan menemui Ihsan yang sedang mengamati sesuatu.
"San, lu lagi ngapain?" Dika
"Sssstt, lu liat dah, orang-orang kampus jalannya kaya orang yang tadi kita temuin dibasement" Ihsan
"Lah iya, pada ngesret semua jalannya" Dika
"Ini cuma hipotesis aje ye, jangan-jangan orang yang tadi kita temuin itu zombie!" Miqdad
"Ngah, lu kebanyakan maen resident evil. Kalo menurut gua ini lagi pada kena penyakit sengkle yang lagi ngetren di yutub, kaya harlem shake, dia nontonin ke cctv, mungkin" Dika
"Sok tau lu, itu bukan virus sengkle.." Ihsan
"Trus virus apaan?" Dika
"Virus sengkle" Ihsan
"Mandom..." Dika
"Nah trus sekarang gimana? kalo beneran zombie kita musti cari pegangan buat senjata, dari pada kena gigit kaya Iqbal tadi" Dika
"Eh iya, si Iqbal ya! Miqdad bisa kegigit juga ntar!" Ihsan
"Gawat, buruan naik lagi" Dika

*Pukul 7.30 PM
Miqdad yang sedang sms an dengan pacarnya tiba-tiba melihat Iqbal mulai terbangun
"Iqbal udah bangun, hoi.. lu udah ga tereak kesakitan lagi kaya tadi?" Miqdad
"..." Iqbal
"Cape banget kayanya nih bocah, kaga jawab pertanyaan gua.. Hoi!" Miqdad
"..." Iqbal
Iqbal mulai bangkit dari posisi terlentangnya, dan mendekati Miqdad.
"Bal, lu laper ye?" Miqdad
Datang lah Dika dan Ihsan dengan tergesa-gesa.
"Miqdad, awas!, Iqbal udah ke infeksi virus sengkle" Dika
"Njirr, virus sengkle.. zombie dari Indonesia ye?" Ihsan
"Wkwk, lu becanda ye" Miqdad
"Gua serius, dibawah udah banyak banget orang kampus yang sengkle jalannya, kaya orang yang di basement tadi" Dika
Miqdad langsung berlari menghindari Iqbal dan menuju kearah Dika dan Ihsan.
"Trus sekarang gimana?" Miqdad
"Inget celotehan gua? Ambil tuh hydrant (sambil menunjuk arah hydrant dekat lift) buat pegangan lu kalo-kalo si Iqbal nyerang lu" Dika
"Ihsan pegangannya apaan?" Miqdad
"Gua? megangin tas nih" Ihsan
"Njiirr, tukang bawa tas ye, suportir kita" Dika
"Lagian. Gua masih belom nemu pegangan" Ihsan
"Trus lu Dik?" Miqdad
"Gua kan jomblo, gua juga masih belom nemu pegangan gua" Dika
"Faaak, lu berdua gua tanyain ga ada yang bener jawabannye" Miqdad
"Ya udah sih, sekarang kita fokus buat ngindarin si Iqbal ama orang kampus dibawah, jangan ampe kena kontak fisik ama mereka" Dika
"Oke" Miqdad
"Gua mikirin rencana kita, sekarang kita naik dulu ke lantai paling atas" Ihsan
Mereka kemudian menaiki lift dan menghindari Iqbal, tapi sayangnya lift yang mereka naiki tidak mau tertutup pintunya.
"Duh, ini ada-ada aja liftnya" Dika
"Buruan pencet biar pintunya ketutup" Miqdad
"Udah Dad, stuck nih kayanya" Dika
"Si Iqbal udah nyampe depan tuh!" Ihsan
"Njirr, buruan keluar, kita naik tangga aja" Dika
Mereka berlari menaiki tangga.

*Pukul 8.13 PM
Mereka sampai di atap kampus dan mencari alat yang bisa digunakan sebagai senjata.
"Cape nya, ngelawan gravitasi!" Dika
"Ngga cuma lu doang yang cape" Ihsan
"Lu buruan pada cari senjata, siapa tau nemu disini" Miqdad
"Ihsan mah ga usah, dia kan cuma bawain tas doang" Dika
"... Minta dibacok nih anak" Ihsan
"Emmmmm.. Mandom" Dika
"Dik, nih gua nemu linggis, lumayan panjang" Miqdad
"Cakep dad, emang gua cocoknya range melee" Dika
"Emang lu kira lagi maen dota?!" Miqdad
"Broh, gua nemu tembakan paku, keren dah" Ihsan
"Weh, ga nyangka di atap nemu barang yang kaya gituan. Serem juga ni atap kampus" Dika
"Ya udah sekarang gimana? Kita turun lagi?" Ihsan
"Iya lah, gua belom makan soalnya" Dika
"Njirr, yang dipikirin malah makan, bukannya keselamatan jiwa" Miqdad
"Loh, lu mau nginep disini terus, Dad? tanpa ada perbekalan" Dika
"Iya dah, serah lu" Miqdad
"Nah terus abis turun kebawah, kita bergegas ambil motor kita masing-masing" Ihsan
"Dad, lu nge tank, gua bakal jadi last hitter, Ihsan bakal support bagian belakang kita" Dika
"Oke" Miqdad
"Sip" Ihsan

*Pukul 8.45 PM
Mereka mulai menuruni tangga kampus, tampak gelap karena memang tidak ada yang menyalakan lampu didalam kampus.
"Miqdad, pake hape lu buat jadi senter" Dika
"Bentar" Miqdad
Lalu ketika Miqdad sedang menyenterkan hapenya, seketika itu juga ada zombie didepannya.
"Anjrit!" Miqdad
"Bacok, Dad. Awas kena kontak fisik" Dika
Didorong badan si zombie tersebut menggunakan hydrant dari Miqdad, lalu di last hit oleh Dika.
"Fyuh.." Dika
"Hampir aje" Miqdad
"Hahaha, udah kaya game resident evil beneran aja" Ihsan
"Emang beneran!" Dika
"Tapi merinding juga ya" Ihsan
"Lu hemat paku aja, jangan dipake kalo belom parah" Dika
"Oke" Ihsan
"Itu gua mau tanya, emang paku nya ada berapa?" Miqdad
"Ga tau, kayanya sekitar 30 an" Ihsan
"Ya udah hemat-hemat aja makenya" Miqdad

*Pukul 9.15 PM
Setelah mereka melewati berbagai lantai dan melewati berbagai zombie akhirnya sampai lah mereka di basement.
"Padahal udah dari sore pengen pulang, ampe malem juga jadinya" Dika
"Gua sih ga masalah, kalo Ihsan kayanya bakal dikunciin tuh kompleknye" Miqdad
"Wah iya ya, sekarang udah jam 9, njirr" Ihsan
"Gua laper bro, mampir ke WcDonald dulu nyok" Dika
"Duit lu ada ga?" Ihsan
"Luar biasa, kalian bisa tenang begitu. Kaya ga ada masalah yang barusan dilewatin." Miqdad
"Loh, Laper, Dad. Emang lu kaga laper?" Dika
"Sama.." Miqdad
"Ya udah, keluar dulu dari kampus" Ihsan
Mereka pun bergegas keluar dari kampus tersebut.

ACT 2 Clear
Blogger Widgets