Rabu, 11 Maret 2015

Surface ACT 1 [ Awal yang Membosankan ]

Surface
Act 1 [ Awal yang Membosankan ]

*Pukul 10.43 PM
"Tolong!, ada orang yang ingin menyerangku"
"Target Fani Indriyani harus segera dimusnahkan"
"Seseorang tolong aku!" sembari berlari di gang yang sepi pada malam hari, dia tetap berteriak mencari pertolongan.
terjatuh lah si Fani ini, dan terbunuh seketika oleh orang yang mengejarnya.

Nama gua Dika, gua seorang mahasiswa yang belajar di universitas maju jaya. Terkadang kehidupan seperti ini terasa membosankan, jadi pingin buru-buru pulang abis itu nonton anime dah dirumah. Jam mata kuliah kali ini Bahasa Indonesia ya..
*Pukul 3.07 PM, Univ Maju Jaya
"Dik, soal yang ini gimana sih ngerjain nya?" dia teman baiknya Dika, adalah Miqdad.
"Lah elu nanya ama gua, gua juga ga ngerti yang kaya beginian" Dika
"Pea dasar" Miqdad
"Lu juga pea, nanya ama orang pea" Dika
"Oke, yang udah selesai boleh dikumpulkan" dosen telah memberi isyarat agar para mahasiswa segera menyelesaikan tugasnya.
"Pak, buruan kerjain. Gua pingin pulang nih" Dika
"Ntar dulu, gua juga belom selesai" yang ini juga teman baiknya, adalah Ihsan.
"Aahh, ngebosenin, pingin pulang.." Dika

Sementara itu di jam yang sama dan tempat yang lain
*Pukul 3.07 PM, SMA Palang kelapa
"Pak di luar kayanya ada orang yang lagi bingung" ini adalah Adit
"Mana? emang bingung kaya gimana" si guru melihat keluar
"Itu pak, dari tadi mondar-mandir lapangan terus, kaya nyariin sesuatu" Adit
"Sebentar, saya tanya dulu orang itu"
setelah itu, kelas terasa ribut karena si guru keluar dan menghampiri orang tersebut. Adit hanya melihat dari jendela kelasnya. Nah si guru tadi mengajak orang yang bingung ke ruang guru. Mungkin 15 menit lalu si guru kembali ke kelas dan mengajar. Tapi orang yang bingung tadi ga keluar lagi. Si Adit penasaran, setelah bel pulang sekolah berbunyi ia bergegas mengintip ke ruang guru tadi.
"Udah ilang orangnya, udah pulang pas gua lagi rapi-rapi kali ya?" Adit
"Lu ngapain dit ngintipin ruang guru"
"Eh, ngga kok. Lu mau langsung pulang ndro?" Adit
"Iya lah, gua lagi ga ada eskul hari ini" Hendro
"Oh, bareng nyok ama gua" Adit
"Ya udah" Hendro

Kembali ke Dika, dimana tinggal mereka bertiga yang masih di kampus karena kegiatan eskul yang mereka jalani sama, namun hanya mereka bertiga anggotanya.
*Pukul 6.20 PM, Univ Maju Jaya
Setelah keluar dari ruang eskul mereka yang berada dilantai dua
"Broh, kantin dulu nyok" Miqdad
"Kaga ah gua mau langsung pulang" Dika
"Lu gimana pak?" Miqdad
"Gua juga langsung pulang aje" Ihsan
"Ah, lu pada pulang, ya udah.. gua juga langsung pulang dah" Miqdad
Mereka bertiga lalu menuju parkiran, terkejut lah salah satu dari mereka yang mencapai parkiran lebih dulu, letak parkiran berada di basement.
"Broh, ada orang terluka tuh, mana jalannya ngesret lagi" Dika
"Eh iya, bantuin San" Miqdad
"Kaga ah, males, orang mau pulang" Ihsan
"Dik, bantuin noh" Miqdad
"Iya Dik, bantuin" Ihsan
"Ogah ah, gua juga mau pulang, tungguin aje ada orang yang nolongin dia" Dika
"Jahat lu pada" Miqdad
"Lah, kaya lu ngga jahat" Dika
Lalu Iqbal teman sekelas mereka datang, dan Dika mengakali nya dengan menyuruh si Iqbal untuk membantu orang tadi.
"Oy, lu pada ngapain ngalangin jalan bertiga.. minggir-minggir!" Iqbal
"Bal, bantuin orang itu tuh, kasian (sambil menunjuk ke arah orang tersebut)" Dika
"Itu orang kenapa?" Iqbal
"Gua juga ga tau, makanya bantuin" Dika
Iqbal lalu menghampiri orang tersebut dan disusul oleh Dika dibelakang, sisanya mereka berdua melihat dari kejauhan.
"Dad, lu jahat banget, masa orang lagi kaya gitu kondisi nya ga dibantuin?" Ihsan
"Lu juga jahat, ngomong lagi gua pites nih ya!" Miqdad
"Oh iye ye.. he he" Ihsan
Kembali ke Dika dan Iqbal.
"Bal, lu rangkul tangannya, gua nonton aje" Dika
"Njirr, bantuin rangkul juga dari sisi satu nya lah" Iqbal
Belom lama Iqbal ngomong begitu, tangannya langsung di gigit sama orang itu.
"AAAAaaahhh!" Iqbal kenikmatan, maksud saya kesakitan
"Bal, lepas rangkulan lu! (Untung bukan gua yang kena gigit)" Dika
Dika mendorong orang yang sakit tadi hingga terjatuh, dan segera membawa Iqbal ke unit kesehatan kampus.
"Dad, San, bantuin gua ngangkat si Iqbal" Dika memanggil Miqdad dan Ihsan
"Yolo, ini kenapa jadi digigit ama bapak tadi" Ihsan
"Bapak tadi kaya nya laper begitu ngeliat gumpalan daging kaya Iqbal" Miqdad
Just for your information, badan Iqbal ini gendut dan gempal.
"AAAaahh! Njirr, sakit ini tangan gua" Iqbal
"Dah buruan, bawa naik, tinggalin aja orang yang ini" Dika
Ihsan dan Miqdad membawa Iqbal naik, tapi...
"Ey, bukan si Iqbal yang dibawa, yang ini yang kita bawa! (Sambil nunjuk orang yang tadi)" Dika
"Faakk, lu masih bercanda aje, ini orang kesakitan" Ihsan
"Bukan begitu, kan kalo bawa Iqbal berat, mana ini di basement, masa kita geret ke lantai 3?" Dika
"Kan ada lift broh, lu gimana sih!" Miqdad
"Oh iya ya.. (tampang ekspresi bloon), yaudah buruan geret ke lift" Dika
Mereka menarik Iqbal ke lift.

*Pukul 7.05 PM
Pintu lift terbuka, mereka segera menyeret Iqbal yang sudah mulai pucat dan tidak sadarkan diri menuju unit kesehatan kampus.
"Iqbal, udah ga tereak-tereak lagi kaya tadi" Dika
"Dia pingsan?" Miqdad
"Kayanya mulai lapar" Ihsan
"Njirr, buruan geret.. Mbak, Mas, ada orang yang lagi sakit nih!" Dika didepan pintu unit kesehatan kampus
"Kok ga ada orang ya?" Miqdad
"Harusnya belom tutup sampe jam 8 PM nanti" Dika
"Ya udah, terus gimana nih?" Ihsan
"Bentar, gua ngecek ke ruang eksekutif mahasiswa dulu. Lu tungguin Iqbal ye" Dika
"Emang mau ngapain ke sono?" Ihsan
"Pengen nyari orang yang megang kunci ruang UKK" Dika
"Yaudah, jangan kelamaan, ntar Iqbal keburu K.O" Miqdad
"Sip!" Dika
Dika menuju lantai 5 letak ruang eksekutif mahasiswa. Dan disana ia menemui dosen kesiswaan.
"Pak, mau tanya, bapak punya kunci buat ke ruangan UKK ga? soalnya ada yang lagi sakit, tapi ruangannya di kunci" Dika
"Wah, saya ga megang, yang megang kunci ruang UKK itu Pak Udin, dokter kampus di sini"
"Sekarang pak Udin sendiri ada dimana pak?" Dika
"Pak Udin tadi udah pulang dari sebelom pukul 6"
"Duh, gimana nih? bapak bisa bantu saya ga cariin dokter lain diluar kampus?" Dika
"Oh oke.. oh iya saya baru ingat, Kayaknya kepala yayasan punya kunci master nya deh, coba kamu cek dulu aja"
"Oke, makasih pak info nya" Dika

*Pukul 7.20 PM
Lantai 3 tempat Ihsan dan Miqdad menunggu Iqbal.
"Dika lama banget. Orang niat awalnya ke basemant pingin buru-buru pulang" Ihsan
"Sama gua juga, malah disuruh nungguin Iqbal" Miqdad
"Kan lu tadi pingin ke kantin dulu" Ihsan
"Tapi kan gua batalin gara-gara ga ada temennya" Miqdad
Kemudian dari lantai bawah terdengar suara yang mencurigakan.
"Dad, lu denger ga? dari lantai bawah kaya ada suara" Ihsan
"Hooh, coba lu cek pak" Miqdad
"Njirr, ujung-ujungnya gua juga yang nge cek" Ihsan
"Gua jagain Iqbal aje" Miqdad
"Yaudeh, bentar gua turun dulu" Ihsan

*Pukul 7.20 PM
Dika menuju ruang kepala yayasan yang berada di lantai 6, didepan ruangan ia bertemu dengan seorang janitor.
"Permisi mba, tadi saya dikasih info sama bapak dosen yang lagi diruang eksekutif mahasiswa, disuruh keatas buat nemuin kepala yayasan, katanya punya kunci master ya buat buka ruang apapun" Dika
"Oh, iya. Tapi kayanya kepala yayasan udah pulang dari tadi sore"
"Gitu ya? ya udah makasih mbak. Oh iya, mba tolong bantu saya buat nyariin dokter ya, tadi temen saya ada yang lagi terluka" Dika
"Loh kenapa ga langsung dibawa ke UKK aja?"
"Udah mba, tapi ruang UKK nya dikunci, makanya saya lagi nyari kuncinya sekarang" Dika
"Oke siap, saya langsung turun sekarang juga"
Janitor tadi langsung menuju lantai dasar dengan menggunakan lift
"Yaudah, sekarang gua balik turun aje dah, orang yang gua cari ga ketemu. Tapi sekarang gua ga bisa bantuin si Iqbal.. Tinggalin aje dah didepan ruang UKK. Siapa tau ada yang mungut trus masukin die ke ruang UKK" Dika
Dika lalu turun kembali ke lantai 3.

ACT 1 Clear
Blogger Widgets